Kali ini, diposting-an perdana kami PULANG SEKOLAH saya akan menjelaskan tentang Teknologi Komunikasi Mobile, mungkin bagi para pelajar SMK, terutama TKJ sudah banyak mempelajari tentang Teknologi ini, mungkin juga materi ini menjadi tugas presentasi kalian. Dan mungkin posting-an ini bisa jadi referensi kalian.
Teknologi komunikasi mobile adalah teknologi komunikasi yang bergerak dan sudah tidak menggunakan penghubung kabel (nirkabel) lagi dalam penggunaan teknologi tersebut. Tekonologi komunikasi mobile dapat dikatakan jaringan tanpa kabel yang penggunaannya menggunakan penghubung sinyal.
Teknologi komunikasi mobile adalah teknologi komunikasi yang bergerak dan sudah tidak menggunakan penghubung kabel (nirkabel) lagi dalam penggunaan teknologi tersebut. Tekonologi komunikasi mobile dapat dikatakan jaringan tanpa kabel yang penggunaannya menggunakan penghubung sinyal.
Tujuan komunikasi mobile yaitu memudahkan konsumen atau pelanggan dalam berkomunikasi dimanpun dan kapanpun. Untuk berkomunikasi secara mobile maka digunakanlah jaringan komunkasi tertentu. Terdapat beberapa arsitektur jaringan yaitu :
- GSM (Global System for Mobile Communication)
- CDMA (Code Division Multiple Access
GSM merupakan jaringan komunikasi yang memanfaatkan gelombang mikro saat pengiriman sinyalnya agar informasi yang dikirimkan dapat sampai ke tempat tujuan tanpa ada gangguan.
Ada 3 kelompok frekuensi GSM yaitu:
- GSM 900 MHz
- GSM 1800 MHz
- GSM 1900 MHz
GSM, sebagai sistem telekomunikasi selular digital memiliki
keunggulan yang jauh lebih banyak dibanding sistem analog, di antaranya:
- Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital di mana penggunaan sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.
- Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan roaming mancanegara
- Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar, dan video.
- Keamanan sistem yang lebih baik.
- Kualitas suara lebih jernih dan peka.
- Mobile (dapat dibawa ke mana-mana).
Bagaimanapun, keunggulan GSM yang beragam pantas saja membuatnya
menjadi sistem telekomunikasi selular terbesar penggunanya di seluruh
dunia.
Spesifikasi Teknis
Di Eropa, pada awalnya GSM didesain untuk beroperasi pada frekuensi 900 Mhz. Pada frekuensi ini, frekuensi uplinks-nya digunakan frekuensi 890–915 MHz , sedangkan frekuensi downlinksnya menggunakan frekuensi 935–960 MHz. Bandwith yang digunakan adalah 25 Mhz (915–890 = 960–935 = 25 Mhz), dan lebar kanal sebesar 200 Khz. Dari keduanya, maka didapatkan 125 kanal, dimana 124 kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal. Pada perkembangannya, jumlah kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah pengguna. Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak, maka regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM pada band frekuensi di range 1800 Mhz dengan frekuensi 1710-1785 Mhz sebagai frekuensi uplinks dan frekuensi 1805-1880 Mhz sebagai frekuensi downlinks. GSM dengan frekuensinya yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800, yang menyediakan bandwidth sebesar 75 Mhz (1880-1805 = 1785–1710 = 75 Mhz). Dengan lebar kanal yang tetap sama yaitu 200 Khz sama, pada saat GSM pada frekuensi 900 Mhz, maka pada GSM 1800 ini akan tersedia sebanyak 375 kanal. Di Eropa, standar-standar GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian dikenal dengan nama GSM-R.
Berikut contoh operator GSM di Indonesia :
CDMA adalah singkatan dari Code Division Multiple Access. Dalam CDMA, sinyal suara pertama adalah digital & data resultan menyebar di seluruh bandwidth. CDMA beroperasi baik dalam 800 MHz dan frekwensi 1900 MHz.
Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:
- Hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa sektor/cell
- Tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spektrum sinyal
- Dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan penghitung waktu (guard time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita (guard band) untuk menjaga intervensi antarkanal.
- Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi.
- Memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses.
- Memiliki proteksi dari proses penyadapan.
- Sinyal pesan pita sempit (narrowband) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar (wideband) atau pseudonoise code.
- Setiap pengguna mempunyai kode pseudonoise (PN) sendiri-sendiri.
- Soft capacity limit: performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu jumlah pengguna meningkat.
- Near-far problem (masalah dekat-jauh).
- Interferensi terbatas: kontrol daya sangat diperlukan.
- Lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga menggunakan rake receiver
- Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat di bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA!



